Meski Populer, Shiba Inu Belum Dapat Restu Bappebti

Kepopuleran koin kripto Shiba Inu ternyata berbanding terbalik dengan kondisinya di Indonesia

Shiba Inu. (Foto: int)

Cryptoindonesia.id – Koin meme Shiba Inu menghentak jagat dunia investasi kripto. Pasalnya, selama beberapa bulan terakhir, harga koin ini naik drastis dan menjadi incaran para investor, termasuk dari Indonesia

Meski tengah naik daun, banyak masyarakat yang tidak tahu bahwasanya Shiba Inu masih dilarang di Indonesia. Hingga saat ini di dalam daftar berisi 229 uang kripto yang sudah dapat diperdagangkan di Indonesia. Di luar itu belum bisa diperdagangkan di dalam negeri.

Tirta Karma Senjaya, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti, , berdasarkan Peraturan Bappebti No 7 Tahun 2020 Shiba Inu belum masuk dalam Penetapan Daftar Aset Kripto yang Dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset.

“Artinya kripto lain yang sudah diperdagangkan di dunia belum dapat diperdagangkan di dalam negeri karena belum mendapat penilaian dari para pedagang dan Bappebti,” kata.

Tapi para investor jangan khawatir, Shiba Inu sudah diajukan kepada Bappebti. Yakni menjadi salah satu dari 130 jenis aset kripto baru yang diusulkan dan akan diasesmen dan dinilai baik oleh sejumlah pihak yaitu asosiasi, pelaku usaha dan Bappebti.

Untuk mengenalnya lebih lanjut, berikut sejumlah fakta mengenai Shiba Inu yang dirancang sebagai pembunuh Dogecoin dan menyalip di pasar, dirangkum dari Yahoo Finance,

1. Diluncurkan Tahun Lalu

Shiba Inu (SHIB) adalah cryptocurrency berbasis Ethereum yang merupakan meme berdasarkan anjing Shiba Inu Jepang. Koin meme biasanya diluncurkan sebagai lelucon daripada sebagai produk digital.

SHIB diluncurkan pada Agustus 2020 oleh pihak yang bernama Ryoshi. Tujuan pembuatannya adalah menjauhi struktur sosial yang kaku dan pila pikir tradisional.

Shiba Inu juga dirancang menjadi eksperimen dalam pembangunan komunitas spontan yang terdesetralisasi serta mengembalikan kekuatan pada ‘orang biasa’.

2. Cara Kerja

Shiba Inu kompatibel dengan ekosistem Ethereum. Menurut pengembangnya blockchain Ethereum sangat sempurna untuk kripto ini karena aman, mapan dan membuat proyek tetap terdesentralisasi.

Ekosistem SHUB terdiri dari tiga token dan layanan lain. Ketiga token adalah:

a. Shiba Inu (SHIB) : Ini adalah mata uang utama dan token yang menggerakan seluruh ekosistem. Shiba Inu punya total pasokan 1 kuadriliun, namun dikunci pengembang sebesar 50% dari pasokan 50% di Uniswap untuk tujuan likuiditas.

Pendiri Ethereum lainnya, Vitalik Buterin juga bertugas menahan sisa 50%. Buterin menjual beberapa token dan menyumbang untuk membantu Covid-19 di India. Dia juga membakar 40% dari total pasokan SHIB agar mengurangi kemungkinan jumlah untuk pengguna.

b. Leash (LEASH) : Ini mewakili sisi lain Shiba dengan pasokan 107,646 token.

c. Bone (BONE) : BONE adalah token tata kelola pada ekosistem Shiba. Dengan begitu memungkinkan ShibArmy memilih proposal dan memiliki total pasokan 250 juta token.

Yahoo Finance juga menuliskan ada sisi lain dari ekosistem Shiba Inu termasuk:

3. Performa

Nilai SHIB dalam tiga bulan terakhir melonjak lebih dari 500%. Yahoo Finance mencatat juga mengambil alih Dogecoin dalam kapitalisasi pasar.

Reli SHIB disebabkan beberapa hal. Termasuk karena terdaftar dalam bursa kripto Coinbase beberapa minggu lalu.

Tangan emas Elon Musk juga kembali membuat banyak orang melirik kripto. Dia mengunggah tweet gambar anak anjing Shiba Inu barunya Floki dan menghasilkan minat investor ritel besar-besaran pada token tersebut.

Sumber: cnbc

Follow Twitter
Exit mobile version