Harga Altcoin Ambruk Pasca Bitcoin Melempem

Harga bitcoin yang anjlok mempengaruhi harga altcoin yang lain

Ilustrasi. (Sumber: Getty Images)

Cryptoday.id – Tanggal 21 Mei kemarin pasar crypto dilanda ketidakpastian dan keraguan meski tidak ada penjualan bitcoin dan altcoin secara besar-besaran.

China dituduh sebagai biang keladi dari merosotnya harga bitcoin. Negara tirai bambu baru-baru ini bakal menindak penambangan dan perdagangan bitcoin. Hal ini diperparah usai regulator di Hong Kong hanya akan mengizinkan pengusaha kelas kakap berdagang bitcoin.

Data dari Cointelegraph, Markets Pro dan TradingView menunjukkan bahwa bulls Bitcoin (BTC) sempat di level support $ 40.000 sebelum akhirnya jatuh di level $ 34.000 usai adanya pemberitaan, China bakal melarang penambangan dan pelarangan bitcoin.

Ditengah turunnya harga bitcoin, beruntung para investor tidak menjual bitcoin dalam skala besar-besaran. Termasuk salah satu pendiri Jarvis Labs Ben Lilly yang menyebut dirinya tidak akan meninggalkan bitcoin

“Kami tidak keluar dari hutan ,” katanya.

Harapan harga bitcoin naik masih ada hal ini terlihat dari aktivitas dompet paus menunjukkan arus masuk yang besar pada $ 39.931.

Altcoin Hancur Lagi 

Tekanan bertubi-tubi pada Bitcoin memyebabkan mayorutas token yang di 100 teratas turun drastis.

Kapitalisasi pasar cryptocurrency secara keseluruhan sekarang mencapai $ 1,4 triliun dan tingkat dominasi Bitcoin adalah 44,3%.

 

Sumber: cointelegraph.com

Follow Twitter
Exit mobile version