Perdagangan Jalur Kereta Api China-Eropa Lebih Cepat Berkat Blockchain

Teknologi Blockchain dapat meningkatkan kapabilitas pembiayaan usaha perdagangan luar negeri kecil dan menengah

Ilustrasi. (Foto: int)

Cryptoday.id – Kereta api kargo China tujuan Eropa kini bisa dikirim dalam beberapa hari saja berkat penerapan teknologi blockchain. Berbeda dari sebelumnya yang memakan waktu paling lambat satu bulan.

Bahkan rute perdagangan kereta api China-Eropa telah mengalami peningkatan besar-besaran berkat penerapan teknologi blockchain seperti dilansir People’s Daily Online China.

Pelabuhan Kereta Api Internasional Chengdu di provinsi Sichuan dipasang dengan platform Sino-Europe Trade Link 2.0 bertenaga blockchain oleh Industrial and Commercial Bank of China.

Selain mengurangi pemeriksaan dokumen logistik yang memakan waktu, sistem baru tersebut dilaporkan akan memungkinkan perusahaan perdagangan asing untuk mengumpulkan uang langsung dari bank guna mempercepat arus kas.

Perdagangan kargo dari China dengan kereta api biasanya memakan waktu lebih dari sebulan untuk sampai di Eropa. Pasalnya setiap dokumentasi dan waybill harus diperiksa di setiap pelintas batas, logistik dipersulit lantaran kesulitan penerjemahan dan hambatan birokrasi.

Perdagangan kargo melalui kereta api dari China ke Eropa sudah ada sejak tiga tahun lalu, layanan ini mencatat 200 pe giriman. Tapi, sejak teknologi blockchain diterapkan, pihak terkait mencatat 200 pengiriman hanya dalam waktu satu bulan.

Seorang anggota staf di ICBC mengatakan kepada wartawan bahwa manfaat dari sistem yang mendukung blockchain menjadikannya platform yang andal untuk menampung dan melacak data perdagangan.

“Kaalmi memanfaatkan kelebihan blockchain, seperti sifat anti-rusak dan cap waktu, untuk membentuk data perdagangan yang andal. Itu bisa sangat meningkatkan kapabilitas pembiayaan usaha perdagangan luar negeri kecil dan menengah,” katanya.

Ia menambahkan adanya perlindungan yang lebih extra yang dapat menurunkan risiko kerusakan kargo.

“Dibandingkan dengan tahun 2007, kami sekarang mendapat dukungan dari blockchain, Internet of Things dan big data, yang mana dapat membantu melacak logistik dan secara signifikan menurunkan risiko kerusakan kargo. Jadi, ada perlindungan yang lebih baik bagi bank dan pelanggan,” tambahnya.

Sumber: cointelegraph.com

Follow Twitter
Exit mobile version